Wednesday, December 26, 2012

Pelaksanaan Pendidikan Karakter

Apa Pendidikan Karakter?

         Proses sosialisasi dan internalisasi  nilai nilai moral, untuk membentuk watak dan budi pekerti luhur, sebagai upaya mengem bangkan  peserta didik menjadi pribadi yang berakhlak mulia yang mampu mebedakan baik dan buruk, menerima dan meyakini kebaikan, serta mewujdkannya dalam kehidupan secara sungguh sungguh dan sepenuh hati.

TUJUAN, FUNGSI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER

         Tujuan pendidikan adalah Mengembangkan karakter bangsa agar mampu mewujudkan nilai-nilai luhur Pancasila “Pendidikan karakter sebagai pilar kebangkitan bangsa, raih prestasi junjung tinggi budi pekerti” (Hardiknas, 20 Mei 2011)
          Fungsi pendidikan Mengembangkan potensi dasar, agar “berhati baik, berpikiran baik & bertutur kata baik, berperilaku baik”. Memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikultur (toleran, cinta damai,
peduli sosial, bersahabat, nasionalis) . Meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia (Penyaring budaya yang kurang sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila)
          Media pendidikan karakter meliputi keluarga; satuan pendidikan; masyarakat sipil; masyarakat politik; pemerintah; dunia usaha; media massa.

KONFIGURASI NILAI (SOSIAL-KULTURAL-PSIKOLOGIS)

  • Olah pikir : cerdas, kritis, kreatif, inovatif, ingin tahu, berpikir terbuka, produktif, berorientasi Ipteks, dan reflektif.
  • Olah hati : beriman dan bertakwa, jujur, amanah, adil, bertanggung jawab, berempati, berani mengambil resiko, pantang menyerah, rela berkorban, dan berjiwa patriotik.
  • Olah raga : bersih dan sehat, disiplin, sportif, tangguh, andal, berdaya tahan, bersahabat, kooperatif, determinatif, kompetitif, ceria, dan gigih.
  • Olah rasa/karsa :  ramah, saling menghargai, toleran, peduli, suka menolong, gotong royong, nasionalis, kosmopolit , mengutamakan kepentingan umum, bangga menggunakan bahasa dan produk Indonesia, dinamis, kerja keras, dan beretos kerja.

NILAI-NILAI

  1. Religius : memahami nilai & norma agama secara utuh sehingga melahirkan; sikap, tutur kata, dan perilaku yang merefleksikan kepatuhan terhadap ajaran agama yang dianut, menjunjung tinggi toleransi , serta hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
  2. Jujur : perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan diri sendiri sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam bersikap, bertutur kata, dan bertindak, sebagai refleksi dari kesatuan sikap,perkataan dan perbuatan.
  3. Toleransi : sikap, perkataan dan tindakan yang meng hormati keanekaragaman sosial- budaya, agama, suku, golongan, pendapat, sikap dan perilaku orang lain yang berbeda dari dirinya
  4. Disiplin : tindakan atau perilaku yang merefleksikan kepatuhan/ketaatan terhadap nilai dan norma kehidupan yang berlaku.
  5. Kerja keras : perilaku yang menunjukkan kesungguhan untuk mengatasi berbagai kendala dalam menggapai cita cita serta penyelesaian tugas dengan sebaik-baiknya
  6. Kreatif : berpikir dan bertindak untuk menghasil kan sesuatu yang baru yang berbeda dari apa yang telah dimiliki >
  7. Mandiri : sikap dan prilaku yang tidak tergantung pada orang lain dalam mengatasi permasalahan serta penyelesaian tugas.
  8. Demokratis : cara berfikir, bersikap dan bertindak yang mempersepsikan persamaan hak dan kewajiban pada dirinya dan orang lain.
  9. Rasa ingin tahu : sikap dan tindakan yang merefleksikan upaya untuk bisa mengetahui lebih luas dan mendalam dari sesuatu yang dipelajari, dilihat, dan didengar.
  10. Semangat kebangsaan : cara berpikir, bertindak, dan wawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
  11. Cinta tanah air :cara berfikir, bersikap dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsanya.
  12. Menghargai prestasi : sikap dan tindakan yang mendorong diri sendiri untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui serta menghormati keberhasilan orang lain.
  13. Persahabatan/Komunikatif : sikap dan tindakan yang memperlihatkan rasa senang berkomunikasi, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.
  14. Cinta damai : sikap, perkataan dan tindakan yang mampu menciptakan lingkungan sosial menjadi nyaman dan aman atas keberadaan dirinya.
  15. Gemar membaca : kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan manfaat bagi diri sendiri dan lingkungan.
  16. Peduli lingkungan : sikap dan tindakan mencegah kerusakan, memperbaiki, memelihara, serta mengem bangkan lingkungan alam.
  17. Peduli sosial : sikap dan tindakan mencegah timbulnya masalah sosial, memperbaiki, memelihara, serta mengembangkan lingkungan sosial.
  18. Tanggung jawab : sikap dan perilaku seseorang dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.
INDIKATOR AWAL SEKOLAH BERKARAKTER
  • BERSIH, RAPI DAN NYAMAN
    - Tersedia toilet yang selalu bersih dan tersedia air dan fasilitasnya
    - Bak sampah tersedia di tempat-tempat yang semestinya
    - Tanaman di halaman terpelihara dan menimbulkan rasa sejuk
    - Halaman dan ruang kelas yang bersih dan rapih
  • DISIPLIN
    - Pendidik, tenaga pendidik dan peserta didik datang tepat waktu dan pembelajaran berlangsung dengan baik
    - Aturan yang sudah disetujui oleh warga sekolah harus dilaksanakan dengan baik
  • SOPAN
    -Guru dan tenaga kependidikan serta peserta didik saling memberi salam jika bertemu Berpakaian rapi dan sopan
TAHAP PEMBENTUKAN KARAKTER
  1. Tahap penanaman : Dikenalkan contoh-contoh konkrit yang baik dan buruk. Jelaskan konsekuensi positif dan negatifnya. Dipantau orang tua, guru, masyarakat. Yang salah dibetulkan dengan cara baik.
  2. Tahap Penumbuhan : Hasil “penanaman” selalu diingatkan, dibimbing, pantau. Jangan dicela/dihina agar tumbuh dgn baik dalam hati sanubari.
  3. Tahap Pengembangan : Melalui kegiatan konkrit, berikan kepercayaan melalui diskusi, permainan peran, simulasi, dan lain-lain. Dengan memerankan – mudah internalisasi sesuai potensinya.
  4. Tahap Pemantapan : Diberi kesempatan untuk mengaktualisasikan diri dalam bentuk kegiatan nyata. Bersama teman / masyarakat. Didorong untuk partisipasi aktif, bertanggung jawab dalam sikap, tindakan, dan tutur kata.

    Perubahan-perubahan yang harus ada dalam KTSP
  • Pengelolaan kurikulum berbasis sekolah
  • Perubahan pada kegiatan belajar mengajar
  • Perubahan pada penilaian kelas
  • Pelaksanaan remediasi dan pengayaan secara efektif

No comments:

Post a Comment