Tuesday, December 4, 2012

STANDARISASI KOMPETENSI LULUSAN

     Kompetensi adalah kemapuan bersikap, berpikir dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dimiliki peserta didik sebagai syarat untuk dianggap mampu melaksankan tugas-tugas dalam bidang pekerjaan tertentu.
     Standar kompetensi adalah ukuran kompetensi minimal yang harus dicapai peserta didik setelah mengikuti suatu proses pembelajaran pada satuan pendidikan tertentu.
   Standar kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yangtelah disepakati, sebagaimana yang ditetapkan dengan Peraturan menteri Pendidikan Nasional No. 23 Tahun 2006.
   Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 23 Tahun 2006 menetapkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Lampiran Permen ini meliputi :


  • SKL Stuan Pendidikan & Kelompok Mata Pelajaran
  • SKL Mata Pelajaran SD-MI
  • SKL Mata Pelajaran SMP-MTs
  • SKL Mata Pelajaran SMA-MA
  • SKL Mata Pelajaran PLB ABDE
  • SKL Mata Pelajaran SMK-MAK

  • Fungsi Standar Kompetensi Lulusan adalah sebagai berikut:
    1. Sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik, dari satuan pendidikan.
    2. Pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandidri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
    3. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
    4. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

    Implementasi Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan dalam pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

         Pelaksanaan Permendiknas No 22 dan No 23 Tahun 2006 diatur pada Permendiknas No 24 Tahun 2006, berikut beberapa hal yang dilakukan oleh Satuan Pendidikan dan Komite Sekolah, antara lain :
    1. Mengembangkan dan Menetapkan KTSP sesuai dengan kebutuhan
    2. Dapat mengembangkan kurikulum dengan standar yang lebih tinggi
    3. Dapat mengadopsi atau mengadaptasi model KTSP BSNP
    4. Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 ke guru, kepala sekolah, pengawas, dan tenaga kependidikan lainnya yang relevan melalui LPMPdan/atau PPPG
    5. Sosialisasi Permen No. 22 dan 23 ke guru, kepala sekolah, pengawas, dan tenaga kependidikan lainnya yang relevan melalui LPMPdan/atau PPPG
    6. Membantu pemerintah provinsi dan Kabupaten/kotadalam penjaminan mutu melalui LPMP
    7. Mengembangkan model-model kurikulum sebagai masukan bagi BSNP
    8. Mengembangkan dan mengujicobakan model kurikulum untuk pendidikan layanan khusus
    9. Bekerja sama dengan PT dan/atau LPMP melakukan pendampingan satuan pendidikan dalam pengembangan kurikulum satuan pendidikan
    10. Memonitor secara nasional penerapan Permen No. 22 dan 23 , mengevaluasinya, dan menguusulkan rekomendasi kebijakan kepada BSNP dan/atau menteri
    11. Mengembangkan pangkalan data yang rinci tentang pelaksanaan SI dan SKL
         Buku Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah ini dimaksudkan sebagai pedoman sekolah/madrasah dalam mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Sebagaimana ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, setiap sekolah/madrasah mengembangkan kurikulum berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar Isi (SI) dan berpedoman kepada panduan yang ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Panduan Penyusunan KTSP terdiri atas dua bagian, yaitu bagian pertama berupa Panduan Umum dan bagian kedua berupa Model KTSP.Satuan Pendidikan yang telah melakukan uji coba kurikulum 2004 secara menyeluruh diperkirakan mampu secara mandiri mengembangkan kurikulumnya berdasarkan SKL, SI dan Panduan Umum. Untuk itu Panduan Umum diterbitkan lebih dahulu agar memungkinkan satuan pendidikan tersebut, dan juga sekolah/madrasah lain yang mempunyai kemampuan, untuk mengembangkan kurikulum mulai tahun ajaran 2006/2007. Bagian kedua Panduan Penyusunan KTSP akan segera menyusul dan diharapkan akan dapat diterbitkan sebelum tahun ajaran baru 2006/2007. Waktu penyiapan yang lebih lama disebabkan karena banyaknya ragam satuan pendidikan dan model kurikulum yang perlu dikembangkan. Selain dari pada itu, model kurikulum diperlukan bagi satuan pendidik yang saat ini belum mampu mengembangkan kurikulum secara mandiri. Bagi satuan pendidikan ini, mempunyai waktu sampai dengan tiga tahun untuk mengembangkan kurikulumnya, yaitu selambat-lambatnya pada tahun ajaran 2009/2010

    Perubahan Peraturan Mentri No.24 Tahun 2006
         Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 6 Tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Sekolah berhak mengembangkan kurikulumnya sendiri yang disebut sebagai kurikulum tingkat satuan pendidikan, dalam mengembangkan kurikulumnya sekolah mengacu pada standar nasional pendidikan, antara lain standar isi dan standar kompetensi lulusan. Sekolah melakukan evaluasi pada SKL yang telah dia buat setelah penerapannya dengan memperhatikan segala hasil dari perbandingan antara tujuan dan hasil dari pelaksanaannya. Pembuatan SKL juga membutuhkan proses dan butuh banyak pertimbanan karena tidak semua SKL itu cocok dipakai di bagian sekolah manapun karena dalam pembuatannya juga membutuhkan metode yang mengacu pada sumber daya, potensi tempat dan wilayah, dan lain-lain. Evaluasi dari sebuah SKL dilakukan sampai benar benar tercapai kesamaan antara tujuan dan hasil yang didapat.

    LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 TANGGAL 23 MEI 2006

    STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)

    STANDAR KOMPETENSI LULUSAN SATUAN PENDIDIKAN (SKL-SP)
    • SD/MI/SDLB*/Paket A
    • SMP/MTs/SMPLB*/Paket B
    • SMA/MA/SMALB*/Paket C
    • SMK/MAK
    STANDAR KOMPETENSI KELOMPOK MATA PELAJARAN (SK-KMP)
    • Agama dan Akhlak Mulia
    • Kewarganegaraan dan Kepribadian
    • Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
    • Estetika
    • Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

    No comments:

    Post a Comment